Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono
“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu” ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni “tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu” ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni “dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya; dalam diriku menggenang telaga darah, sukma namanya; dalam diriku meriak gelombang sukma, hidup namanya; dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya” ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni “Barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras. Ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun bergegas.” ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni ...