Karakteristik Bahasa Sastra (repost 05 Nov 2013)
KARAKTERISTIK BAHASA SASTRA
MAKALAH
PENGANTAR KAJIAN SASTRA
TENTANG
KARAKTERISTIK BAHASA SASTRA

Oleh:
JUNILAWATA RESDIA
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA BARAT
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan Rahmat dan karuni-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Karakteristik Bahasa Sastra” sebagai bahan diskusi pada mata kuliah Pengantar Kajian Sastra ini tepat waktu. Shalawat dan salam kita peruntukkan bagi Nabi Muhammad Saw yang telah mentransformasi kehidupan jahiliah pada kehidupan yang penuh ilmu dan pengetahuan sehingga kita dapat melalukan proses perkuliahan seperti yang saat ini kita rasakan.
Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Kajian Sastra yakni Ibu Tri Utami, M.Pd serta rekan-rekan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang ikut berpartisipasi untuk penyelesaian makalah hingga dapat didiskusikan pada mata kuliah ini.
Penulis mohon maaf jika dalam penulisan terdapat kekurangan baik dari segi bahasa maupun dalam hal sumber yang dijadikan referensi pada penulisan makalah. Selanjutnya penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat dalam proses perkuliahan.
Solok, Oktober 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Tujuan Masalah................................................................................. 1
C. Maksud dan Tujuan Penulisan.......................................................... 1
BAB II KARAKTERISTIK BAHASA SASTRA
A. Pengertian Bahasa............................................................................. 3
B. Pengertian Sastra............................................................................... 3
C. Bahasa Sastra.................................................................................... 5
D. Pengertian Bahasa Sastra.................................................................. 5
E. Karakteristik Bahasa Tulis................................................................. 6
F. Karakteristik Bahasa Sastra............................................................... 6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................ 8
B. Saran.................................................................................................. 8
DAFTAR PUSRAKA............................................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa sastra adalah bahasa yang khas dalam dunia sastra dan menurut beberapa orang menyimpang dari cara penuturan yang telah bersifat otomatis, rutin, biasa, dan wajar. Penuturan dalam karya sastra selalu diusahakan dengan cara lain, baru, dan belum pernah dipakai sebelumnya. Unsur kebaruan dan keaslian merupakan suatu hal yang menentukan nilai sebuah karya. Penyimpangan bahasa dalam sastra tidak menjadi kebebasan yang tak terbatas. Fungsi komunikatif bahasa masih membatasi kebebasan pembiasan bahasa itu. Bahasa yang dibiaskan masih mendasarkan pada bahasa yang konvensional agar pesan yang disampaikan sastra dapat dipahami dan terima oleh pembaca sehingga diperlukan keefektifan dalam pengungkapan suatu karya sastra. Hal itu dilakukan sebagai usaha mendeskripsikan makna yang terkandung di dalam karya tersebut serta menikmati keindahannya.
Sastra menyediakan norma untuk pemakaian bahasa yang baik dan dalam hal ini ditekankan pada aspek pragmatis yang sejak dulu memainkan peranan penting dalam retorika. Retorika seringkali menjadi sistem normatif atau preskriptif, yaitu menentukan norma yang harus diterapkan dalam pemakaian bahasa yang baik dan indah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan bahasa?
2. Apa yang dimaksud dengan sastra?
3. Apa yang dimaksud dengan bahasa sastra?
4. Apa saja karakteristik dari bahasa tulis?
5. Apa saja karakteristik dari bahasa sastra?
C. Maksud dan Tujuan Penulisan
- Sebagai pemenuhan tugas diskusi mata kuliah Pengantar Kajian Sastra.
- Agar mahasiswa mengetahui tentang pengertian bahasa.
- Agar mahasiswa mengetahui tentang pengertian dari sastra.
- Agar mahasiswa mengetahui tentang pengertian dari bahasa sastra.
- Agar mahasiswa bisa mengetahui tentang apa saja karakteristik dari bahasa tulis.
- Agar mahasiswa bisa mengetahui tentang apa saja karakteristik dari bahasa sastra.
BAB II
KARAKTERISTIK BAHASA SASTRA
A. Pengertian Bahasa
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.
B. Pengertian Sastra
1. Menurut Mursal Esten (1978 : 9)
Sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
2. Menurut Semi (1988 : 8 )
Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
3. Menurut Panuti Sudjiman (1986 : 68)
Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.
4. Menurut Ahmad Badrun (1983 : 16)
Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
5. Menurut Eagleton (1988 : 4)
Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.
6. Menurut Plato
Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.
7. Menurut Aristoteles
Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.
8. Menurut Sapardi (1979: 1)
Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.
9. Taum (1997: 13)
Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.
C. Pengertian Bahasa Sastra
Bahasa sastra adalah bahasa yang khas dalam dunia sastra dan menurut beberapa orang menyimpang dari penuturan yang bersifat otomatis, rutin, biasa dan wajar. Penuturan dalam karya sastra selalu diusahakan dengan cara lain, baru, dan belum pernah dipakai sebelumnya.
Unsur kebaruan dan keaslian merupakan suatu hal yang menentukan nilai sebuah karya. Penyimpangan bahasa dalam sastra tidak menjadi kebebasan yang tak terbatas. Fungsi komunikatif bahasa masih membatasi kebebasan pembiasan bahasa itu. Bahasa yang dibiaskan masih mendasarkan pada bahasa yang konvensional agar pesan yang disampaikan sastra dapat dipahami dan terima oleh pembaca sehingga diperlukan keefektifan dalam pengungkapan suatu karya sastra. Hal itu dilakukan sebagai usaha mendeskripsikan makna yang terkandung di dalam karya tersebut serta menikmati keindahannya.
Untuk memperoleh pengungkapan yang efektif, bahasa dalam sastra disiasati, dimanipulasi, dan didayagunakan secermat mungkin sehingga tampil dengan sosok yang berbeda dengan bahasa nonsastra. Bahasa sastra dicirikan sebagai bahasa yang mengandung unsur emotif dan bersifat konotatif sebagai kebalikan bahasa nonsastra, khususnya bahasa ilmiah yang rasional dan denotatif. Penggunaan bahasa sastra lebih ditujukan pada tujuan estetik karena di dalamnya hanya menggunakan unsur emotif dan bersifat kononatif (Nurgiyantoro, 2000: 273). Keberadaan bahasa sastra itu telah diakui dan diterima karena bahasa sastra mempunyai karakteristik khusus yang membedakannya dengan bahasa nonsastra. Bahasa sastra, tentu saja lebih dominan menggunakan ciri emotif-konotatif sebab sastra mempunyai tujuan estetis penyampaian sesuatu yang tak langsung.
Sastra menyediakan norma untuk pemakaian bahasa yang baik dan dalam hal ini ditekankan pada aspek pragmatis yang sejak dulu memainkan peranan penting dalam retorika. Retorika seringkali menjadi sistem normatif atau preskriptif, yaitu menentukan norma yang harus diterapkan dalam pemakaian bahasa yang baik dan indah.
D. Karakteristik Bahasa Tulis
1. Menurut Teeuw (1984 : 26 – 38)
a. Dalam bahasa tulis, sarana suprasegmental dan paralingual tidak ada, sehingga penulis harus mengungkapkan sesuatu dengan jelas dan berhati-hati dalam menyusun kalimat.
b. Komunikasinya terjadi secara tidak langsung sehingga bahasanya dapat lebih tertata dan jika ada kesalahannya, kesalahan itu dapat diperbaiki.
c. Kalimat yang strukturnya kurang baik menghambat komunikasi sehingga dapat digunakan dan aturan-aturan yang ada (kemunculan subjek, predikat, dan objek) harus dipatuhi.
2. Menurut Arifin dan Amran S. Tasai (1985 : 7-20)
a. Unsur-unsur fungsi gramatikal (Subjek, predikat, objek) tidak selalu dinyatakan.
b. Kejelasan makna dibentuk oleh panjang pendeknya suara dan tinggi rendahnya.
Bahasanya sangat terikat oleh kondisi, situasi, ruang, dan waktu sehingga apa yang dibicarakan dalam ruangan hanya berlaku untuk waktu itu dan hanya dimengerti oleh orang yang ada di ruangan itu.
E. Karakteristik Bahasa Sastra
1. Penggunaan bahasa yang estetis atau indah.
2. Bahasa sastra merupakan plastik untuk membungkus amanat dalam sebuah cipta sastra.
3. Berfungsi ekspresif
4. Bahasa sastra dinamis.
Hakikatnya, bahasa dalam karya sastra tidaklah berbeda dengan bahasa-bahasa yang digunakan pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada pemanfaatan bahasa itu sendiri. Jika karya-karya nonsastra terkesan kaku dengan aturan-aturan baku tata bahasa formal, maka sastra tidak demikian. Sastra mampu memanfaatkan bahasa secara leluasan, karena penyusunan bahasa dalam karya sastra lebih dinamis (Tynjanov dalam Fokkema dan Kunne-Ibsch, 1977:22). Tidak ada tata bahasa formal yang mengatur pemanfaatan bahasa dalam karya sastra. Setiap pengarang sastra dapat memanfaatkan bahasa secara leluasa sesuai dengan caranya sendiri dalam menyampaikan pikiran, perasaan, gagasannya.
5. Bahasa sastra bersifat simbolis dan konotatif.
Sastra berisi realitas kehidupan manusia. Realitas kehidupan tersebut ada yang dikemukakan oleh pengarang sastra secara lugas dengan menggunakan bahasa-bahasa yang denotatif, namun ada juga yang diungkapkan secara simbolik dengan menggunakan bahasa-bahasa yang konotatif. Bahkan, penggunaan simbol dan bahasa yang konotatif menjadi salah satu ciri bahasa sastra. Dengan bahasa yang simbolis dan konotatif, pengarang sastra dapat mewakilkan kesan pribadinya terhadap sesuatu. Dengan begitu, walaupun pengarang merasa simpati, takut, atau bahkan benci kepada sesuatu atau seseorang, dia tidak harus menyatakannya secara langsung, namun melalui simbol-simbol bahasa.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Unsur kebaruan dan keaslian merupakan suatu hal yang menentukan nilai sebuah karya. Penyimpangan bahasa dalam sastra tidak menjadi kebebasan yang tak terbatas.
Bahasa sastra adalah bahasa yang istimewa (Simpson, 2004:98). Keistimewaan bahasa dalam sastra tersebut tampak pada pengolahan kata dan kalimat yang kesemuanya mampu menciptakan nuansa keindahan di dalamnya.
B. Saran
Pembahasan yang penulis paparkan dalam makalah ini dapat bermanfat dalam proses perkuliahan dan kehidupan sehari-hari Bagi pembaca dan terutama bagi penulis sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar