Review Novel Origami Hati - Boy Candra

Meremaja Bersama Kisah Cinta Aruna



Data Buku:
Judul                      : Origami Hati
Penulis                   : Boy Candra
Penerbit                 : PT Wahyu Media
Kota Terbit             : Jakarta Selatan
Tahun Terbit          : 2013 
Jumlah Halaman  : V + 214 Halaman
Dimensi                  : 12,7 x 19 cm
ISBN.                       : 979-795-778-0

Sinopsis
  Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Aruna dan sekelumit kisah cintanya. Tentang hati yang patah dan upaya memulihkan. Tentang menemukan, kehilangan, dan pilihan-pilihan. Tentang kertas warna-warni dan toples kue nenek.
  Dalam kisahnya, Aruna seorang mahasiswi baru di sebuah universitas yang didera kekecewaan. Hatinya berkeping-keping saat hubungan penuh cinta yang telah dibangun 3 tahun harus kandas. Hatinya dihancurkan sebuah penghianatan.
    Haga, kekasihnya terjebak pada dunia baru sebagai mahasiswa keren. Dia menjalin cinta diam-diam dengan perempuan selain Aruna. Mengetahui hal itu, gadis setia bernama Aruna harus merelakan cintanya pergi. Namun, cinta pastilah akan berpihak kepada cinta. Setelah waktu berselang, Aruna pun menemukan dunia baru bersama hati yang baru. Memilih untuk bersandar dibahu cinta yang baru dan melipat segala kisah dalam origami hati.

    Di rumah aja ternyata tak seburuk yang dibayangkan. Ada beberapa hal yang telah lama tertunda dapat diselesaikan. Seperti aku, perempuan yang telah lama mengabaikan buku-buku. Membiarkan bacaan-bacaan terbengkalai.
   Tadi malam, akhirnya satu buku kutuntaskan. Novel karya Boy Candra yang telah lama kumiliki namun tak kunjung khatam. Perlahan tapi pasti, aku berusaha menikmati setiap kalimat yang disajikannya.
   Awalnya, bagiku ini hanyalah kisah remaja biasa dan tersaji dalam bahasa yang ringan. Hanya saja kuputuskan untuk melanjutkan bacaan ini. Lama kelamaan aku larut menikmatinya. Sajian menarik yang cocok dibaca remaja atau dewasa muda yang dilanda kasmaran.
   Sebagai orang dengan usia yang hampir kepala tiga tentu saja seharusnya ini bukan kisah yang sesuai aku konsumsi. Akan tetapi, Boy Candra berhasil menampik anggapan itu. Aku justeru kembali bergelinding dalam roda waktu. Kembali meremaja bersama kisah cinta Aruna. Ia membuatku senyum-senyum sendiri layaknya remaja yang dimabuk asmara.
  Ada beberapa quotes menarik di dalam buku ini. Telah kupilih satu quote favoritku. "Baginya semua hal memiliki filosofinya sendiri. Seperti halnya cangkir kopi itu, ada kenangan yang tak perlu dibuang, biarkan ia tenggelam di dalam hatimu hingga kamu bisa mengisi hatimu dengan hal baru." (Origami Hati:33). Kalau kamu apa quote favoritmu di Origami Hati? 

Baca juga review lainnya di Junila WR Review 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Menunggu dengan Payung - Zelfeni Wimra

Review Novel Hujan - Tere Liye (Perjalanan Masa Depan dalam Sastra)